Madrasah
Aliyah Negeri Muara Enim Selasa, (26/22) sebanyak 266 siswa MAN Muara Enim, tampak semringah saat diundang untuk
menerima bantuan pendidikan dalam bentuk Bantuan Siswa Miskin (BSM), 266 siswa
tersebut, menerima BSM langsung dari kepala MAN Muara Enim Drs. Robuan, M.Pd.Dalam
pengantarnya, Kepala MAN Muara Enim, Drs. Robuan, M.Pd mengatakan bahwa program
bantu dari Kementerian Agama tersebut, teralokasi untuk 266 siswa MAN Muara
Enim. menerangkan bahwa siswa penerima
BSM, adalah mereka yang benar-benar sesuai dengan kriteria yang digariskan.
“Setelah ada pemberitahuan mengenai
BSM ini, kami kemudian melakukan pendataan. Setelah itu, dilakukan lagi
verifikasi. Berbagai langkah ini kami lakukan, agar siswa penerima BSM,
benar-benar siswa yang butuh bantuan untuk menyelesaikan studinya,”kata Drs.
Robuan, M.Pd
Sebelum menyerahkan secara simbolis,
ia juga memberikan beberapa penekanan dan pesannya, kepada siswa penerima BSM.
Bantuan yang diterima siswa, adalah bantuan pendidikan. Olehnya, dana tersebut
tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain, yang tidak ada kaitannya dengan
pendidikan.“Dana itu, memang disalurkan langsung kepada kalian. Pengawasan dari
diri kalian sendiri. Kami berharap, kalian amanah dan benar-benar memanfaatkan
bantuan tersebut untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan kalian
Menurutnya bahwa BSM, merupakan
salah satu upaya yang dilakukan pemerintah, khususnya Kementerian Agama, dalam
rangka membantu para orangtua dalam menyekolahkan anaknya. Olehnya, peran
orangtua juga sangat besar, dalam mengawasi dan mengarahkan anak-anaknya untuk
mengelola bantuan tersebut dengan tepat sasaran. Itu sebabnya mereka kita
undang pada hari ini selain untuk mengetahui juga bisa memantau penggunaan dana
BSM tersebut.“Bantuan ini, adalah amanah Undang-Undang Dasar (UUD). Sebagai
warga negara Indonesia, berhak untuk mendapatkan perlakuan yang sama, khususnya
dalam hal akses pendidikan. Bantuan ini, juga sebagai upaya untuk pemerataan
pendidikan.
Dalam penyaluran BSM, menurut Robuan
akan berupaya semaksimal mungkin, agar bantuan tersebut tepat sasaran, tepat
waktu dan tepat jumlah. Olehnya, ia selalu memberi penekanan kepada pengelolanya,
untuk mengelola BSM sesuai aturan. Siswa yang menerima bantuan, diwajibkan
untuk membuka rekening dan memiliki buku tabungan. Selain dengan aturan yang
digariskan, membuka rekening bagi penerima BSM, sekaligus mengajarkan siswa
untuk belajar menabung. Kepada penerima BSM, Robuan, berpesan agar tidak
menghabiskan saldo tabungannya. Malah kata Robuan berharap kepada siswa harus menambah jumlah saldonya di bank,
untuk persiapan masa depannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar