Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Di tengah antusiasme siswa menyantap menu sehat setiap siang, terdapat mesin penggerak yang bekerja dalam senyap untuk memastikan setiap porsi makanan sampai tepat waktu dan tepat sasaran. Mereka adalah staf Tata Usaha (TU) Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim, yang kini memegang peran krusial sebagai jembatan administratif dan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan Juknis Program Dukungan MBG pada MAN 1 Muara Enim, peran staf TU melampaui sekadar urusan surat-menyurat. Mereka menjadi garda depan dalam manajemen data presensi dan kesehatan siswa yang harus disinkronkan setiap hari dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bentukan Badan Gizi Nasional (BGN).
Staf TU MAN 1 Muara Enim bertanggung jawab mengoordinasikan jumlah siswa yang hadir, termasuk data spesifik mengenai alergi makanan dan jadwal libur akademik. Hal ini krusial untuk mencegah pemborosan anggaran dan memastikan keamanan konsumsi bagi setiap peserta didik. Dalam pelaksanaannya, tim TU terlibat langsung dalam uji organoleptik saat makanan tiba di madrasah. Mereka memastikan standar rasa, aroma, dan tekstur sesuai sebelum didistribusikan ke kelas-kelas berkoordinasi dengan wali kelas. Setiap kendala, mulai dari pangan tidak layak konsumsi hingga manajemen sampah (food tray), dicatat secara sistematis oleh tim administrasi untuk dilaporkan ke kantor wilayah Kementerian Agama dan dinas terkait.
Kepala TU MAN 1 Muara Enim menegaskan bahwa ketelitian staf TU MAN 1 Muara Enim adalah kunci. "Tanpa administrasi yang rapi, distribusi ribuan porsi makanan setiap hari bisa menjadi kacau. Staf TU memastikan alokasi anggaran negara tepat sasaran hingga ke tangan siswa," ujar Abdul Nur Al Islami Kaur TU MAN 1 Muara Enim, Senin (2/2/2026). Keberhasilan program ini di tingkat madrasah membuktikan bahwa sinergi antara kebijakan pusat dan ketangguhan administrasi lokal adalah fondasi utama bagi terciptanya generasi emas 2045 yang sehat dan cerdas. (Kmd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar