Muara Enim (Kemenag Sumsel) – MAN 1 Muara Enim melaksanakan ujian praktik Seni Budaya tahun 2026 kini bergeser dari sekadar pengambilan nilai individu menjadi ajang kolaborasi budaya yang berdampak luas bagi karakter siswa dan pelestarian tradisi. Melalui pendekatan kolaboratif, siswa ditantang untuk menggabungkan berbagai unsur seni daerah menjadi sebuah pertunjukan baru yang inovatif.
Kolaborasi sebagai Model Evaluasi Pembelajaran, banyak MAN 1 Muara Enim kini menerapkan model Masterpiece Exhibition atau pameran karya utama sebagai bentuk evaluasi kolaboratif. Dalam model ini, ujian tidak lagi dilakukan secara tertutup di dalam kelas, melainkan dikemas dalam bentuk pentas seni yang melibatkan interaksi dan kerja sama antar siswa.
Siswa MAN 1 Muara Enim melakukan interaksi dan penggabungan unsur seni tradisional dengan elemen modern, seperti perpaduan gamelan dengan musik elektronik. ujian praktik dikemas dalam acara "Pentas Seni Generasi Nusantara" yang menampilkan ribuan karya siswa sebagai bentuk pembuktian bakat kepada orang tua dan warga madrasah. Pendidikan seni budaya melalui praktik kolaborasi ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan holistik peserta didik.
Penguatan Karakter dan Berpikir Kritis pada kegioatan ini siswa MAN 1 Muara Enim diajak untuk mengamati, menafsirkan, dan mengevaluasi informasi secara mendalam melalui proses kreatif. Hal ini juga menumbuhkan sikap peduli, toleransi, dan gotong royong melalui pendidikan multikultural. Dengan akar seni yang kuat pada nilai lokal, guru dapat langsung menumbuhkan minat siswa untuk mengaktualisasikan dan melindungi warisan budaya dari kepunahan. Praktik seni berperan dalam mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan emosi, membantu siswa berkembang secara fisik maupun psikis secara seimbang.
Melalui kerja sama tim dalam menyiapkan pertunjukan, siswa MAN 1 Muara Enim mengasah kemampuan komunikasi, jejaring kolaboratif, dan pemecahan masalah. Inovasi di tingkat madrasah ini sejalan dengan strategi kementerian dalam memperkuat ekosistem talenta seni budaya. Kegiatan seperti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025 juga menekankan pentingnya pertunjukan kolaborasi budaya daerah untuk memperluas wawasan budaya peserta didik. Melalui ujian praktik yang kolaboratif, siswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menjadi "ujung tombak" pelestarian identitas bangsa di tengah arus modernisasi. (Kmd)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar