Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Ratusan guru dari Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim turut memadati lapangan merdeka Kabupaten Muara Enim dalam gelaran Tabligh Akbar memperingati Nuzulul Quran 1447 Hijriah. Kehadiran para pendidik ini menjadi simbol komitmen madrasah dalam menyemarakkan rangkaian kegiatan Ramadan sekaligus memperkuat kualitas spiritual tenaga kependidikan di tingkat kabupaten.
Acara yang mengusung tema "Al-Quran sebagai Cahaya, Petunjuk dan Pedoman Hidup Dalam Menghadapi Tantangan Zaman" ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Kegiatan ini menjadi momen krusial untuk merefleksikan kembali peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadan.
MAN 1 Muara Enim menyatakan bahwa partisipasi aktif para guru MAN 1 Muara Enim dalam Tabligh Akbar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung pada pola pengajaran di kelas. "Guru bukan sekadar pengajar materi formal, tetapi merupakan teladan bagi siswa dalam mencintai Al-Quran. Melalui kajian ini, kita berharap nilai-nilai mulia Al-Quran semakin terinternalisasi dalam semangat pengabdian mereka," ujar Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim di sela-sela acara. Sabtu (14/3/2026).
Selain mendengarkan tausiyah dari penceramah kondang nasional, Ustadz Prof. H. Abdul Somad, L.C., D.E.S.A., Ph.D. (UAS), rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Quran secara berjamaah (tadarus) dan doa bersama untuk kemajuan pendidikan Islam di daerah. Kehadiran delegasi dari MAN 1 Muara Enim ini merupakan bagian dari instruksi untuk menyukseskan program "Gema Ramadan 1447 H" di tingkat kabupaten.
Salah seorang perwakilan guru MAN 1 Muara Enim menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat ukhuwah antara pendidik lintas sekolah. "Bagi kami, Tabligh Akbar ini adalah sarana recharge spiritual. Di tengah kesibukan mengajar dan mendampingi Pesantren Ramadan bagi siswa, kami juga butuh asupan ilmu untuk menjaga keistiqomahan," ungkapnya. (Kmd),

Tidak ada komentar:
Posting Komentar