Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Di tengah hiruk pikuk persiapan mudik dan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1447 H, Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim menginisiasi aksi nyata bagi para pejuang jalanan. Melalui program "Madrasah Berbagi", keluarga besar MAN 1 Muara Enim menyalurkan ratusan paket sembako Lebaran yang dikhususkan bagi tukang ojek di sekitar lingkungan madrasah.
Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi para tukang ojek yang setiap hari membantu mobilitas masyarakat, termasuk mengantar jemput para siswa dengan aman. Paket sembako yang dibagikan berisi kebutuhan dapur utama seperti beras, minyak goreng, gula, teh, hingga makanan ringan untuk keluarga di rumah. Dana bantuan ini dikumpulkan melalui donasi sukarela siswa, guru, dan staf sebagai wujud syukur di bulan Ramadan.
"Tukang ojek adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem madrasah kami. Mereka adalah pahlawan yang memastikan anak didik kami sampai ke sekolah tepat waktu. Di penghujung Ramadan ini, kami ingin sedikit meringankan beban dapur mereka agar mereka bisa merayakan Lebaran dengan tenang bersama keluarga," ujar Kepala MAN 1 Muara Enim Iin Parlina saat seremoni pembagian. Kamis (12/3/2026)
Aksi pemberian paket sembako lebaran ini membawa dampak positif yang luas, seperti meringankan Beban Ekonomi: membantu para pengemudi ojek menghadapi lonjakan harga pangan menjelang hari raya. Dengan melibatkan siswa dalam proses pengemasan dan pembagian, melatih mereka untuk peduli pada profesi sektor informal di sekitar mereka dan memperkuat hubungan emosional antara warga madrasah dengan komunitas penyedia jasa transportasi lokal.
Salah satu tukang ojek pangkalan yang telah mangkal di depan gerbang MAN 1 Muara Enim, mengaku sangat terbantu. "Alhamdulillah, tahun ini dapat perhatian lagi dari MAN 1 Muara Enim. Penghasilan narik lagi tidak menentu karena bensin mahal, bantuan sembako ini sangat menolong untuk makan keluarga saat Lebaran nanti," ucapnya.
Aksi ini diharapkan menjadi pemantik bagi institusi lain untuk tidak melupakan para pekerja sektor informal yang seringkali luput dari bantuan besar, namun memiliki peran vital dalam kehidupan sehari-hari. (Kmd).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar