Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Sejalan dengan berakhirnya beberapa mata pelajaran dalam rangkaian Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2025/2026, para guru di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) langsung tancap gas melakukan perekapan nilai. Langkah cepat ini diambil untuk memastikan seluruh proses administrasi kelulusan berjalan tepat waktu sesuai kalender akademik Kementerian Agama.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penggunaan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan platform e-learning madrasah tahun ini sangat membantu guru MAN 1 Muara Enim. Begitu ujian selesai, skor mentah siswa langsung terekam dalam sistem. Guru mata pelajaran kini fokus pada pengolahan nilai akhir yang menggabungkan hasil ujian tulis, nilai praktik, dan rata-rata rapor semester sebelumnya.
"Sesuai arahan kepala MAN 1 Muara Enim, kami diminta segera merekap nilai segera setelah ujian mata pelajaran tersebut selesai. Ini penting agar jika ada kendala teknis atau nilai yang belum masuk, bisa segera tertangani," ujar salah satu guru senior di MAN 1 Muara Enim, Kamis (9/4/2026).
Meski dituntut cepat, unsur ketelitian tetap menjadi prioritas. Proses rekapitulasi ini dipantau ketat oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik MAN 1 Muara Enim untuk menjamin bahwa nilai yang diinput sesuai dengan capaian riil siswa. Pengawasan ketat yang diterapkan sejak ruang ujian kini berlanjut hingga ke meja pengolahan data.
Ketepatan waktu perekapan nilai ini berdampak langsung pada Validasi Data EMIS MAN 1 Muara Enim yaitu dengan mempercepat sinkronisasi data calon lulusan ke sistem pusat. Memberikan gambaran awal tingkat kelulusan sebelum pengumuman resmi dan menghindari penumpukan administrasi di akhir semester yang sering memicu kesalahan input data.
Berdasarkan Prosedur Operasional Standar (POS) UM 2025/2026, seluruh rekapitulasi nilai diharapkan rampung pada akhir April. Data ini nantinya akan menjadi dasar utama dalam rapat pleno penentuan kelulusan siswa kelas XII yang dijadwalkan pada medio Mei mendatang. Pihak MAN 1 Muara Enim mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap menjaga profesionalisme meski di tengah jadwal pengawasan ujian yang padat. (Kmd).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar