Muara Enim (Kemenag Sumsel)— Suasana berbeda terasa di Mushola Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim pada Jumat pagi ini. Di saat sebagian besar siswa mengikuti kegiatan rutin istigasah, di sudut ruangan tampak sekelompok kecil siswa duduk melingkar dengan khusyuk di hadapan guru pembimbing.
Bukan sekadar bimbingan biasa, ini adalah inisiatif "Jumat Berkah Literasi Al-Qur'an", sebuah program jemput bola bagi siswa yang belum lancar membaca Kitab Suci. Sentuhan Personal di Hari yang Suci, Program ini lahir dari kepedulian para guru terhadap siswa yang masih mengalami kesulitan mengenal huruf hijaiyah atau terbata-bata dalam bertadarus. Alih-alih memberikan sanksi, pihak madrasah memilih pendekatan asistensi personal.
"Jumat Berkah bukan hanya soal berbagi makanan, tapi juga berbagi ilmu yang menjadi bekal selamanya. MAN 1 Muara Enim ingin memastikan tidak ada satu pun lulusan madrasah ini yang tidak bisa membaca Al-Qur'an," ujar salah satu guru pembimbing. Jum'at (24/4/2026).
Program MAN 1 Muara Enim ini memberikan dampak psikologis dan spiritual yang signifikan seperti meningkatkan Kepercayaan Diri, Siswa tidak lagi merasa malu karena belajar dalam kelompok kecil yang suportif. Dengan menggunakan metode tilawati dan iqra yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.Terciptanya hubungan antara guru dan siswa menjadi lebih harmonis di luar jam pelajaran formal.
Salah seorang siswa kelas X MAN 1 Muara Enim yang mengikuti program ini mengaku sangat terbantu. "Dulu saya sering minder kalau ada jam praktis ibadah. Tapi di hari Jumat ini, bapak guru membimbing saya pelan-pelan dari dasar. Sekarang saya sudah mulai berani menyambung huruf," ungkapnya dengan mata berbinar.
Kepala Madrasah berharap program ini menjadi virus kebaikan yang terus menular. "Kami ingin menjadikan hari Jumat sebagai momentum transformasi. Jika bacaan Al-Qur'annya benar, insyaallah ibadah lainnya akan mengikuti menjadi lebih baik," jelas Iin Parlina Kepala MAN Muara Enim. Program ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjaga marwah spiritual generasi muda di tengah tantangan zaman. (Kmd).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar