Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Tekad bulat untuk mengharumkan nama madrasah melalui syiar Al-Qur'an ditunjukkan oleh Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim dengan resmi melepas delegasi Qari dan Qariah terbaiknya hari ini. Pengiriman para pelantun ayat suci ini pada event MANSA CUP 2026 bukan sekadar mengejar trofi, melainkan komitmen lembaga dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual dan spiritual.
Persiapan matang telah dilakukan MAN 1 Muara Enim selama berbulan-bulan melalui pembinaan intensif. Para siswa pilihan ini tidak hanya dilatih secara teknik vokal (tilawah), tetapi juga pendalaman tajwid dan mentalitas bertanding untuk memastikan mereka siap memberikan penampilan terbaik di atas panggung. Kepala Muara Enim dalam sambutan pelepasan delegasi menekankan bahwa representasi MAN 1 Muara Enim dalam ajang ini adalah cerminan dari kualitas literasi Al-Qur'an yang terus dipupuk di lingkungan madrasah.
"MAN 1 Muara Enim mengirimkan putra-putri terbaik yang telah melalui seleksi ketat. Harapannya, mereka mampu mengetuk pintu langit melalui lantunan ayat suci, sehingga prestasi yang diraih nantinya membawa keberkahan bagi diri mereka sendiri dan seluruh keluarga besar madrasah," ungkap Kepala MAN 1 Muara Enim Iin Parlina. Sealasa (28/4/2026).
Memastikan setiap lantunan memenuhi standar tinggi keindahan suara dan ketepatan makhraj. Membangun kepercayaan diri siswa agar tetap tenang dan fokus di bawah sorot lampu panggung kompetisi. Menginspirasi siswa lain agar semakin mencintai dan mendalami Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Keberangkatan tim Qari dan Qariah ini diiringi doa bersama oleh seluruh guru dan siswa MAN 1 Muara Enim. Dukungan ini menjadi energi tambahan bagi para peserta yang akan berhadapan dengan perwakilan terbaik dari berbagai daerah lainnya.
Dengan komposisi tim yang solid dan persiapan yang komprehensif, MAN 1 Muara Enim optimis dapat memberikan persaingan yang sehat dan kompetitif. Ajang ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para siswa untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus membuktikan bahwa madrasah tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi keislaman yang luhur. Lomba dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, di mana para Qari dan Qariah MAN akan tampil di beberapa kategori utama yang menjadi spesialisasi mereka. (Kmd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar