Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Di tengah padatnya jadwal akademik dan persiapan berbagai asesmen, Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim konsisten menjadikan shalat zuhur berjamaah sebagai agenda wajib harian. Kegiatan ini bukan lagi sekadar pemenuhan kewajiban agama, melainkan telah bertransformasi menjadi fondasi utama dalam membangun kekompakan dan disiplin seluruh civitas akademika.
Setiap harinya, saat azan berkumandang, ratusan siswa dari berbagai latar belakang kelas dan organisasi melebur dalam shaf yang sama. Fenomena ini diakui membawa dampak psikologis yang besar bagi keharmonisan hubungan antar siswa. "Di dalam masjid, tidak ada lagi sekat antara siswa. Semua berdiri sejajar. Inilah momentum harian kami untuk saling mengenal dan meredam potensi konflik atau senioritas," ungkap salah satu guru Pembina Keagamaan. Rabu (13/5/2026).
Konsistensi menjalankan shalat berjamaah secara rutin ini membuahkan hasil nyata dalam perilaku keseharian siswa MAN 1 Muara Enim, di seperti siswa terlatih untuk menghentikan aktivitas tepat waktu dan segera menuju masjid, yang secara tidak langsung meningkatkan kedisiplinan mereka di dalam kelas. Shalat berjamaah yang ditutup dengan doa bersama menjadi sarana spiritual recharging bagi siswa agar tetap tenang menghadapi beban pelajaran. Petugas muazin dan imam yang digilir secara bergantian antar kelas melatih keberanian serta jiwa kepemimpinan siswa di depan publik.
Kepala MAN 1 Muara Enim menegaskan bahwa tradisi ini adalah bagian dari kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) untuk membentuk profil pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang matang. "Ketika siswa sudah terbiasa kompak dalam ibadah, maka untuk bekerja sama dalam tugas kelompok, kegiatan organisasi, hingga menjaga kebersihan sekolah pun menjadi jauh lebih mudah. Energinya linear," pungkas Kepala MAN 1 Muara Enim Iin Parlina. (Kmd).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar