Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki akhlak mulia, pihak madrasah menerapkan kebijakan religius yang tegas. Seluruh siswa diwajibkan untuk melaksanakan ibadah shalat Dzuhur berjamaah di masjid madrasah segera setelah rangkaian kegiatan Assesmen Akhir Tahun (AAT) selesai dilaksanakan. Kegiatan ATT yang menguras energi dan konsentrasi siswa sepanjang pagi, ditutup dengan sejuk melalui pelaksanaan ibadah bersama.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan umum dengan penguatan spiritual (iman dan taqwa). Kepala Madrasah mengungkapkan bahwa pembiasaan shalat berjamaah ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan instrumen penting untuk melatih kedisiplinan dan menjaga solidaritas antar siswa.
"Setelah otak mereka diasah melalui kegiatan AAT, hati dan jiwa mereka harus disegarkan kembali dengan mengingat Allah. Shalat berjamaah ini adalah benteng utama dalam mencetak generasi yang berakhlak, terampil, dan cerdas," ujar Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Kamis (21/5/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, sesaat setelah bel tanda berakhirnya AAT berbunyi, para siswa MAN 1 Muara Enim langsung diarahkan menuju tempat wudhu dengan tertib. Didampingi oleh para guru dan wali kelas, saf-saf di dalam masjid langsung terisi penuh oleh siswa laki-laki di bagian depan dan siswa perempuan di bagian belakang. Suasana khusyuk sangat terasa saat adzan berkumandang hingga iqamah dikumandangkan. Tidak hanya shalat, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan dzikir bersama dan kultum (kuliah tujuh menit) singkat yang disampaikan secara bergantian, baik oleh guru maupun perwakilan siswa, guna mengasah kemampuan public speaking berbasis agama.
Kebijakan wajib shalat berjamaah ini mendapat respon positif dari lingkungan MAN 1 Muara Enim. Salah satu siswa menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan rasa tenang setelah fokus belajar. "Awalnya memang butuh penyesuaian untuk langsung bersiap-siap setelah AAT. Tapi lama-lama jadi kebiasaan yang menyenangkan. Rasanya lelah setelah belajar langsung hilang setelah shalat berjamaah," ungkap salah seorang siswa kelas XI.
Dengan adanya integrasi antara kegiatan akademik seperti AAT dan kegiatan keagamaan seperti shalat Dzuhur berjamaah ini, madrasah berharap para lulusannya kelak mampu menjadi pionir kebaikan yang siap menghadapi tantangan zaman dengan pondasi agama yang kuat. (Kmd).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar