Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Pelaksanaan Asesmen Akhir Tahun (AAT) berbasis teknologi di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim mendapatkan sorotan positif dan dukungan penuh dari otoritas keagamaan wilayah. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Muara Enim, H. Abdul Harris Putra, memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif madrasah yang menyelenggarakan AAT dengan memanfaatkan perangkat gawai/Android melalui sistem Computer Based Test (CBT).
Langkah inovatif ini dinilai bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, melainkan sebuah lompatan besar dalam membangun ekosistem pendidikan yang transparan, efektif, dan bebas dari kecurangan. Dalam pandangannya, Kakankemenag menegaskan bahwa pemanfaatan aplikasi ujian berbasis Android secara ketat di dalam ruang kelas merupakan salah satu metode paling efektif untuk menutup celah kecurangan. Sistem aplikasi yang mengunci layar gawai memastikan siswa fokus pada lembar soal digital mereka tanpa bisa mengakses mesin pencari atau aplikasi bertukar pesan.
"Apresiasi luar biasa untuk MAN 1 Muara Enim yang telah adaptif terhadap kemajuan teknologi. Melalui AAT berbasis Android ini, kita tidak hanya menguji kecerdasan kognitif siswa, tetapi sedang melatih pertahanan moral mereka. Ini adalah bentuk nyata dari upaya madrasah dalam melahirkan generasi yang jujur dan berintegritas tinggi," ujar H. Abdul Harris Putra Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Muara Enim pada hari Rabu (20/5/2026) kemarin saat meninjau kegiatan AAT di MAN 1 Muara Enim
Lebih lanjut, pihak Kankemenag menyoroti dampak nyata dari transformasi ini terhadap tata kelola manajemen madrasah. Pengalihan dari ujian berbasis kertas (paper-based) ke digital terbukti membawa dampak mengurangi konsumsi kertas secara masif, sejalan dengan kampanye madrasah ramah lingkunganm, Proses koreksi dan pengolahan nilai hasil AAT berjalan secara real-time dan otomatis, meminimalisir kesalahan manusia (human error) dan memotong biaya logistik pencetakan dan penggandaan naskah soal secara signifikan.
Meski memberikan dukungan penuh, Kakankemenag memberikan catatan penting terkait aspek pendampingan teknis selama ujian berlangsung. Beliau mengimbau para guru dan pengawas ruang untuk tetap sigap membantu jika ada siswa yang mengalami kendala perangkat atau jaringan. "Teknologi adalah alat, namun manusianya adalah penggerak utama. Saya minta seluruh panitia dan pengawas memastikan tidak ada siswa yang dirugikan hanya karena kendala teknis gawai. Berikan pelayanan terbaik agar siswa dapat ujian dengan tenang dan nyaman," imbuh H. Abdul Harris Putra
Melalui keberhasilan pelaksanaan AAT berbasis Android ini, MAN 1 Muara Enim di bawah naungan Kankemenag Muara Enim kian mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang modern. Inovasi ini membuktikan slogan "Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia" bukan sekadar semboyan, melainkan realitas yang terus diwujudkan. (Kmd).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar