Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muara Enim terus melakukan terobosan progresif untuk mempercepat cakupan kepemilikan dokumen kependudukan. Melalui inovasi aksi "Jemput Bola", petugas Disdukcapil mendatangi langsung Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim untuk melakukan perekaman biometrik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi para siswa,
Langkah agresif ini menyasar ratusan siswa-siswi yang telah memasuki usia 16 dan 17 tahun. Bukan sekadar pemenuhan administrasi biasa, aksi jemput bola ke lembaga pendidikan berbasis agama ini membawa dampak besar bagi masa depan para pelajar, baik dari sisi akademis maupun hak politik mereka.
Perwakilan dari Disdukcapil Kabupaten Muara Enim, menyatakan bahwa program ini sengaja menyasar sekolah-sekolah tingkat atas untuk memangkas jalur birokrasi yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat. "Kami memahami bahwa siswa MAN 1 Muara Enim memiliki jadwal akademik dan kepesantrenan yang padat. Jika mereka harus datang ke kantor Disdukcapil atau kecamatan, mereka harus mengorbankan jam pelajaran berharga. Oleh karena itu, kami yang datang membawa peralatan lengkap ke sekolah. Ini adalah bentuk negara hadir memberikan kemudahan," ujarnya disela proses perekaman di ruang kelas yang telah disediakan oleh MAN 1 Muara Enim. Kamis (4/6/2026).
Dalam aksi tersebut, petugas tidak hanya melakukan pengambilan foto, tetapi juga pemindaian retina mata, sidik jari, dan tanda tangan digital. Bagi siswa yang sudah genap berusia 17 tahun, KTP-el mereka akan langsung dicetak dan diserahkan di tempat. Sementara bagi siswa berusia 16 tahun lebih, perekaman ini menjadi investasi data yang akan langsung diaktifkan begitu mereka berulang tahun yang ke-17.
Dampak paling signifikan dari gerakan jemput bola ini adalah kepastian hak suara bagi generasi muda pada pesta demokrasi mendatang. Tanpa KTP-el, para pelajar terancam kehilangan hak pilihnya sebagai pemilih pemula. "Ini adalah langkah mitigasi yang sangat berdampak. Dengan terekamnya biometrik para siswa MAN 1 Muara Enim ini, kita sedang menyelamatkan hak konstitusional mereka. Mereka tidak hanya resmi diakui sebagai warga negara secara hukum, tetapi juga siap menyukseskan pemilu dengan partisipasi aktif mereka," tambah Perwakilan dari Disdukcapil Kabupaten Muara Enim.
Kepala MAN 1 Muara Enim, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif luar biasa dari Disdukcapil. Menurutnya, kehadiran layanan ini sangat membantu pihak sekolah dan orang tua murid. "Kami sangat berterima kasih. Layanan ini sangat efisien dan humanis. Anak-anak kami tidak perlu izin keluar sekolah, tidak perlu mengantre seharian di kantor dinas, dan prosesnya hanya memakan waktu beberapa menit per siswa. Ini memberikan dampak psikologis yang positif bagi siswa, bahwa mengurus dokumen negara itu ternyata mudah dan cepat," ungkap Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim.
Salah seorang siswa kelas XI yang sudah berumur 17 tahun tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya setelah menerima fisik KTP-el pertamanya. "Senang sekali, tidak menyangka punya KTP pertama prosesnya semudah ini dan langsung di sekolah sendiri. Sekarang saya sudah punya identitas resmi untuk buka rekening bank, daftar kuliah nanti, dan yang pasti nanti sudah bisa ikut mencoblos (pemilu)," ujarnya.
Aksi jemput bola di MAN 1 Muara Enim ini berhasil merekam data biometrik siswa MAN 1 Muara Enim yang umurnya sudah 17 tahun dalam waktu satu hari. Disdukcapil Muara Enim menegaskan bahwa program ini tidak akan berhenti di sini. Pihaknya berkomitmen untuk menyisir seluruh madrasah dan sekolah menengah atas di wilayah tersebut guna memastikan target zero pemilih pemula yang belum rekam KTP-el dapat tercapai tahun ini. Melalui sinergi antara Disdukcapil dan institusi pendidikan MAN 1 Muara Enim ini, pemerintah daerah membuktikan bahwa pelayanan publik masa kini telah bertransformasi: tidak lagi menunggu di balik meja, melainkan bergerak aktif menjemput masa depan bangsa. (Kmd)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar