Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Dalam upaya nyata memitigasi perubahan iklim dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, seluruh warga Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim bahu-membahu menggelar aksi reboisasi dan penghijauan di lingkungan sekitar madrasah, pagi ini Jum'at (12/06/2026). Mulai dari pohon pelindung, tanaman pucuk merah, ditanam secara serentak di area-area strategis madrasah yang sebelumnya gersang.
Aksi penghijauan ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi ekosistem madrasah. Pohon-pohon yang ditanam diproyeksikan mampu mereduksi panas matahari langsung, sehingga ruang kelas Kelas X, XI, dan XII MAN 1 Muara Enim menjadi lebih sejuk dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Tanaman yang ditanam khususnya jenis TOGA dan tanaman langka akan difungsikan sebagai media pembelajaran praktikum langsung untuk mata pelajaran Biologi dan Geografi. Penanaman ini memperluas kawasan ruang terbuka hijau (RTH) madrasah, yang berfungsi optimal sebagai area resapan air hujan saat musim basah tiba.
Kepala MAN 1 Muara Enim menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi besar madrasah untuk bertransformasi menjadi Green Campus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. "Kita tidak hanya sedang menanam pohon, kita sedang menanam masa depan. Madrasah yang hijau akan melahirkan pikiran-pikiran yang segar dan jernih. Ini adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan untuk generasi siswa berikutnya," ungkap Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim di sela-sela memantau aksi penanaman oleh siswa dan staf tata usaha.
Agar perawatan tanaman berjalan berkelanjutan dan tidak mati setelah ditanam, pihak madrasah membagi zona tanggung jawab perawatan kepada masing-masing organisasi dan kelas, Dampak paling krusial dari gerakan ini adalah tertanamnya karakter environmental awareness (peduli lingkungan) di dalam diri para siswa. Siswa tidak hanya diajarkan teori di dalam kelas, tetapi langsung memegang cangkul, menyentuh tanah, dan merasakan proses merawat kehidupan. Dengan adanya aksi nyata ini, MAN 1 Muara Enim membuktikan diri bahwa lembaga pendidikan agama tidak hanya fokus pada kecerdasan spiritual dan intelektual, tetapi juga memegang teguh prinsip menjadi rahmat bagi semesta alam (Rahmatan lil 'Alamin) melalui pelestarian lingkungan hidup. (Kmd).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar