Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Memasuki tahun ajaran baru, Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim tidak hanya disibukkan dengan orientasi fisik dan pengenalan lingkungan sekolah. Langkah awal yang paling krusial justru dimulai di dalam ruang kelas, di mana ratusan siswa baru wajib mengikuti Tes Kemampuan Membaca Al-Qur’an (BTQ). Tes ini bukan sekadar formalitas kelulusan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), melainkan sebuah instrumen diagnosis awal untuk mengukur kedalaman pilar spiritual calon generasi penerus madrasah.
Pelaksanaan tes baca Al-Qur’an di tingkat MAN membawa dampak yang sangat fundamental, baik bagi siswa, guru, maupun arah kebijakan madrasah ke depan, hasil tes ini membagi siswa ke dalam beberapa klaster (lancar/tahsin, sedang, dan buta aksara/iqra). Dengan data akurat ini, madrasah dapat merancang strategi pembelajaran keagamaan yang tepat sasaran, sehingga tidak ada siswa yang "tertinggal" di kelas reguler. Sebagai institusi pendidikan berciri khas Islam, kemampuan membaca Al-Qur'an adalah harga mutlak. Tes ini memastikan bahwa output kelulusan MAN 1 Muara Enim nantinya tidak hanya unggul di sains, tetapi juga fasih dan cinta terhadap kitab sucinya.
Melalui tes ini, para penguji dapat langsung menjaring siswa yang memiliki bakat syahdu (tartil) atau hafalan kuat untuk didelegasikan ke program kelas unggulan Tahfidz serta persiapan ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). "Kami tidak mencari kesalahan atau menjatuhkan mental siswa yang belum lancar. Justru dari tes inilah kami, para guru, tahu di mana harus mulai menuntun mereka. Target kami jelas: saat mereka lulus dari MAN tiga tahun lagi, semuanya harus sudah khatam dan benar bacaannya." jelas Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Selasa (30/6/2026).
Respons positif juga datang dari wali murid. Banyak orang tua merasa tenang karena anak-anak mereka dipantau secara ketat perkembangan keagamaannya sejak hari pertama masuk sekolah. Tes baca Al-Qur’an bagi siswa baru MAN 1 Muara Enim adalah bukti nyata komitmen madrasah dalam menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual. Melalui deteksi dini ini, madrasah tidak hanya sedang menguji kemampuan kognitif, melainkan sedang menanam akar yang kuat agar pohon karakter siswa tumbuh rindang, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya. (Kmd).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar