Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Sebagai wujud nyata kepedulian dan penguatan nilai-nilai kekeluargaan, Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim menyerahkan santunan duka kepada salah seorang guru yang baru saja kehilangan orang tuanya. Penyerahan santunan yang mewakili seluruh keluarga besar madrasah ini dilakukan langsung di rumah duka dengan dihadiri oleh jajaran wakil kepala madrasah beserta perwakilan guru dan staf.
Aksi solidaritas ini menegaskan komitmen MAN 1 Muara Enim dalam membangun lingkungan kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga sarat dengan empati dan kebersamaan. Kepala MAN 1 Muara Enim menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa duka yang dirasakan oleh salah satu pendidik adalah duka bagi seluruh warga madrasah.
"Kami hadir di sini bukan hanya sebagai rekan kerja, melainkan sebagai keluarga. Santunan ini adalah bentuk tali asih dan solidaritas dari seluruh guru, staf, dan keluarga besar MAN untuk sedikit meringankan beban serta memberikan dukungan moril kepada rekan kami yang sedang diuji," ujar Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Rabu (15/7/2026).
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti kedatangan rombongan. Selain menyerahkan santunan, keluarga besar madrasah juga menggelar doa bersama dan tahlil untuk almarhum. Langkah responsif dan penuh empati dari pimpinan madrasah ini memberikan dampak positif yang signifikan. Santunan spontan dari keluarga besar membantu keluarga duka dalam memproses masa-masa sulit ini. Kegiatan ini mengikis sekat birokrasi dan memperkuat rasa memiliki (sense of belonging) antarpegawai di lingkungan MAN 1 Muara Enim.
Menjaga Motivasi Kerja: Perhatian nyata dari pimpinan dan sesama rekan kerja membuat guru yang bersangkutan merasa didukung penuh secara emosional, sehingga membantu proses pemulihan psikologis pasca-kehilangan agar nantinya dapat kembali beraktivitas dengan teguh. Pihak madrasah memastikan bahwa tradisi saling peduli ini akan terus dijaga dan dirawat. Menurut perwakilan guru, kepedulian kolektif seperti ini menjadi bahan bakar utama yang menjaga keharmonisan internal madrasah selama ini.
Dengan adanya dukungan emosional dan materiil yang kuat dari lingkungan kerjanya, diharapkan guru yang sedang berduka dapat melalui masa sulit ini dengan keikhlasan dan ketabahan, seraya merasakan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi pasang surut kehidupan. (Kmd)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar