Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Suasana kegiatan rutin muhadharah di MAN 1 Muara Enim terasa berbeda dan penuh semangat. Dalam mimbar tausiah mingguan tersebut, salah seorang siswa tampil menyampaikan ajakan menyentuh yang menyoroti pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar tempat tinggal.
Di hadapan ratusan rekan sejawat dan jajaran guru, sang siswa mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan. Melalui tausiahnya, ia menegaskan bahwa menjaga bumi dan menanam pohon merupakan bagian dari ibadah serta bentuk rasa syukur atas nikmat penciptaan.
"Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau orang tua, melainkan tanggung jawab kita sebagai generasi muda. Satu pohon yang kita tanam di halaman atau sekitar tempat tinggal hari ini akan menjadi peneduh dan sumber oksigen bagi kehidupan di masa depan," tegasnya saat memberikan tausiah. Jum'at (2/10/2026),
Ia juga mengajak para siswa untuk memulai aksi nyata dari lingkungan terkecil, seperti menanam tanaman hias, pohon pelindung, atau apotek hidup di pekarangan rumah masing-masing. Menurutnya, gerakan penghijauan skala kecil yang dilakukan secara massal oleh para remaja akan membawa dampak besar bagi ekosistem dan kesejukan Kabupaten Muara Enim.
Pesan inspiratif tersebut mendapat apresiasi hangat dari pihak sekolah dan sesama siswa. Kegiatan muhadharah yang biasanya menjadi sarana melatih keberanian berpidato dan memperdalam ilmu agama ini terbukti mampu melahirkan gagasan kritis serta kepedulian sosial yang nyata. Aksi ajakan penghijauan berbasis nilai keagamaan ini diharapkan dapat memantik semangat teman sebaya di MAN 1 Muara Enim untuk menjadi agen perubahan (agent of change) yang aktif merawat bumi dari lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. (TJR/Mas).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar