Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Kepala MAN 1 Muara Enim mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan untuk meninjau ulang metode pengajaran selama bulan Ramadan. Kamad meminta para guru mengurangi aktivitas yang menguras fisik secara berlebihan guna menjaga stabilitas performa mengajar dan kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.
Dalam rapat koordinasi akademik, Kepala MAN 1 Muara Enim menegaskan bahwa kualitas penyampaian materi di kelas tidak boleh menurun akibat kelelahan fisik. "Pendidik adalah motor utama madrasah. Jika fisik terkuras habis karena aktivitas luar kelas atau metode mengajar yang terlalu dinamis secara fisik, dikhawatirkan transfer ilmu menjadi tidak maksimal," tegas Kepala MAN 1 Muara Enim Iih Parlina, Senin (23/2/2026).
Instruksi ini mencakup beberapa penyesuaian teknis bagi para guru MAN 1 Muara Enim, di antaranya seperti Optimalisasi Metode Silent Teaching yaitu mendorong guru menggunakan media pembelajaran digital atau diskusi kelompok yang lebih tenang dibandingkan metode ceramah yang menguras energi. Relokasi Kegiatan Praktikum seperti kegiatan praktis yang membutuhkan pergerakan fisik tinggi disarankan untuk dijadwal ulang atau dimodifikasi menjadi simulasi di dalam ruang kelas yang sejuk.
Para pendidik diminta untuk tetap menjaga pola istirahat di sela jam mengajar agar tetap bugar hingga waktu berbuka tiba. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepedulian madrasah terhadap kesejahteraan (well-being) para guru. Dengan beban fisik yang terukur, diharapkan para pendidik dapat tetap memberikan pelayanan pendidikan terbaik dengan wajah yang segar dan penuh kesabaran di depan siswa. "Kita ingin menciptakan ekosistem Ramadan yang seimbang antara pemenuhan kewajiban profesional sebagai guru dan kekhusyukan beribadah," tambah Kepala MAN 1 Muara Enim menutup arahannya. (Kmd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar