Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Suasana teduh menyelimuti Masjid Al-Awwabin di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim siang ini. Sebelum kumandang ikamah sholat zuhur menggema, ratusan siswa duduk rapi menyimak Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang disampaikan oleh salah satu guru senior.
Kegiatan rutin ini bukan sekadar pengisi waktu luang. Di MAN 1 Muara Enim, kultum sebelum sholat berjamaah telah menjadi instrumen vital dalam pembentukan karakter dan akhlakul karimah siswa. Dengan metode penyampaian yang ringkas namun mendalam, guru-guru memberikan suntikan motivasi spiritual yang relevan dengan tantangan remaja masa kini.
Materi yang disampaikan sering kali berfokus pada introspeksi diri (muhasabah), mengajak siswa MAN 1 Muara Enim untuk memperbaiki adab terhadap guru dan sesama sebelum menghadap Sang Pencipta dalam sholat. Sebagai Penguatan Imun Spiritual, Selain mengejar prestasi akademik, madrasah berkomitmen membekali siswa dengan kapasitas ilmu agama yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan.
Sebagai integrasi Pendidikan Karakter program ini merupakan bagian dari upaya integrasi nilai keislaman dalam kegiatan sehari-hari, menciptakan lingkungan belajar yang religius dan kondusif. "Kultum ini adalah momen kita untuk 'mendinginkan' pikiran dari rutinitas pelajaran, agar saat sholat nanti, hati kita benar-benar siap dan khusyuk," ujar Iin Parlina kepala MAN 1 Muara Enim dalam pesannya.Selasa (24/2/2026).
Kegiatan yang juga sering melibatkan peran aktif siswa MAN 1 Muara Enim ini terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri dan penguasaan materi bagi mereka yang mendapat giliran berbicara di depan umum. Di tengah gempuran arus informasi digital, nasihat langsung dari lisan seorang guru tetap menjadi cahaya penuntun bagi para generasi muda di madrasah. (Kmd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar