Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Setiap siang, ketika lonceng istirahat berbunyi, ada pemandangan yang konsisten di Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim. Seluruh elemen madrasah mulai dari pimpinan, guru, staf kependidikan, hingga ribuan siswa—berbondong-bondong menuju masjid sekolah. Sholat zuhur berjamaah kini bukan sekadar kewajiban agama, melainkan momentum emas untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga madrasah.
Kegiatan seperti ni merupakan jembatan penghubung Antar Generasi karena di dalam saf yang rapat, sekat antara guru dan murid sejenak melebur. Duduk berdampingan di atas sajadah yang sama menciptakan rasa kesetaraan dan kebersamaan yang kuat. "Momen setelah sholat adalah saat paling hangat. Kami sering melihat guru dan siswa saling bertegur sapa dengan lebih santai, atau siswa yang berkonsultasi ringan di teras masjid," ujar salah satu pengurus OSIM MAN 1 Muara Enim. Selasa (24/2/2026).
"Kegiatan Sholat Zuhur Berjamaah ini berdampak Nyata bagi Lingkungan MAN 1 Muara Enim. Memperkokoh Persaudaraan (Ukhuwah) yauti Aktivitas rutin ini menjadi wadah pengerat ikatan kekerabatan antara imam dan makmum, serta antar sesama siswa. Membangun Karakter Sosial Selain meningkatkan kedisiplinan, sholat berjamaah melatih siswa untuk peka terhadap lingkungan sekitar, saling mengenal, dan menumbuhkan solidaritas sosial", jelas kepala MAN 1 Muara Enim iin Parlina.
Dengan kegiatan seperti ini juga akan menciptakan Lingkungan Harmonis. Tradisi bersalaman setelah sholat (mushafahah) memperkuat jalinan kasih sayang dan meminimalisir potensi gesekan atau konflik di sekolah. Kepala Madrasah menegaskan bahwa pembiasaan ini bertujuan agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual dan sosial yang tinggi. Melalui sholat berjamaah, MAN 1 Muara Enim berhasil membangun ekosistem pendidikan yang religius sekaligus humanis, di mana setiap individu merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar yang utuh. (Kmd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar