Aksi ini merupakan bagian dari penguatan Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) yang telah menjadi identitas madrasah. Meski sedang berpuasa, para guru percaya bahwa energi positif yang diberikan di pagi hari adalah "suplemen" terbaik bagi siswa untuk tetap semangat belajar.
Kegiatan seperti ini di madrasah sangat berdampak Positif bagi Psikologis Siswa, Transfer Energi Positif seperti senyuman tulus dari guru membantu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi siswa, membuat mereka merasa diterima dan dihargai sejak menginjakkan kaki di sekolah.
Kegiatan yang in juga Meningkatkan Motivasi Belajar bagi siswa seperti interaksi hangat ini terbukti mampu menumbuhkan kedekatan emosional yang membuat siswa lebih bersemangat memulai aktivitas kelas meskipun dalam kondisi tubuh yang sedang lemas karena berpuasa.
Dengan tetap bersikap ramah saat sedang menahan lapar dan dahaga, guru memberikan contoh nyata tentang kesabaran dan keikhlasan dalam berkhidmat. "Bagi kami, puasa bukan alasan untuk tampil lesu. Justru dengan tersenyum dan menyapa anak-anak, kami merasa lebih bersemangat karena melihat wajah-wajah ceria mereka yang juga sedang berjuang menjalankan ibadah," ujar salah satu guru senior di sela-sela kegiatannya. Selasa (24/2/2026).
Program rutin ini membuktikan bahwa madrasah tidak hanya fokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga konsisten dalam pembentukan pendidikan karakter berbasis cinta, menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk mempererat ikatan kekeluargaan antara guru dan peserta didik. (Kmd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar