Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Di hadapan ratusan siswa yang memadati aula madrasah dalam pembukaan Pesantren Ramadhan, Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim menyampaikan pesan mendalam yang menggugah kesadaran. Ia menegaskan bahwa esensi sejati dari ibadah puasa adalah keberhasilan menjaga kesucian hati dengan cara mengendalikan hawa nafsu secara total.
Dalam arahannya, Kamad menekankan bahwa tantangan terbesar siswa saat ini bukan lagi sekadar menahan rasa lapar, melainkan menjaga pandangan, lisan, dan jempol di media sosial. "Puasa yang berdampak adalah puasa yang mampu mengerem hawa nafsu. Jangan sampai kita hanya mendapat haus dan lapar, sementara lisan kita masih menyakiti orang lain dan jari kita masih menyebarkan hal-hal yang tidak bermanfaat di dunia maya," tegas Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Senin (9/3/2026).
Pesan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan MAN 1 Muara Enim yang lebih harmonis dan religius. Dengan menjaga hawa nafsu, siswa diharapkan mampu meningkatkan Kesabaran dengan tidak mudah terpancing emosi atau melakukan perundungan (bullying). Fokus pada Literasi Al-Qur'an dengan mengalihkan waktu luang dari scrolling gadget ke kegiatan tadarus yang lebih produktif. Menjaga Integritas dengan melatih kejujuran dalam setiap tindakan, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
Melalui penekanan pada pengendalian diri, kegiatan Pesantren Ramadhan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Pihak madrasah menargetkan adanya perubahan sikap yang signifikan pada siswa, yakni menjadi pribadi yang lebih santun, disiplin, dan memiliki empati tinggi terhadap sesama."Jika nafsu sudah terkendali, maka karakter mulia akan muncul dengan sendirinya. Inilah kemenangan sejati yang kita kejar di akhir Ramadhan nanti," tutup Kepala MAN 1 Muara Enim. (Kmd).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar