Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pendidikan karakter berbasis religi. Dalam rangkaian seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pihak madrasah menyelenggarakan Uji Kompetensi Membaca Al-Qur’an sebagai salah satu indikator utama pemetaan kemampuan siswa. Langkah ini diambil bukan untuk menggugurkan, melainkan untuk memetakan kualitas literasi Al-Qur’an siswa sejak dini agar pembinaan selama tiga tahun ke depan dapat berjalan lebih efektif.
Lebih dari Sekadar Tes Masuk MAN 1 Muara Enim, Uji baca Al-Qur’an yang dilaksanakan di aula utama ini melibatkan tim penguji kompeten dari kalangan guru tahfidz dan keagamaan. Para calon siswa diuji berdasarkan beberapa kriteria penting, seperti Kefasihan dalam melafalkan huruf, Ketepatan penerapan hukum-hukum bacaan dan Kelancaran dan irama dalam membaca.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan MAN 1 Muara Enim nantinya tidak hanya unggul di bidang sains dan humaniora, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kokoh. Tes ini membantu kami mengelompokkan siswa ke dalam kelas peminatan atau program matrikulasi yang sesuai," ujar Ketua Panitia PPDB MAN 1 Muara Enim. Senin (27/4/2026).
Penerapan uji kompetensi ini membawa dampak jangka panjang yang signifikan bagi lingkungan MAN 1 Muara Enim. Siswa yang sudah mahir akan diarahkan ke program Tahfidz (Menghafal), sementara siswa yang masih membutuhkan bimbingan akan mengikuti program Matrikulasi Literasi secara intensif. Adanya standar masuk ini mendorong calon siswa dan orang tua untuk lebih serius dalam mempersiapkan pendidikan agama sejak jenjang dasar.Sebagai lembaga pendidikan Islam, standar bacaan Al-Qur'an yang baik menjadi identitas mutlak bagi para siswanya di mata masyarakat.
Meski sempat merasa tegang, banyak calon siswa baru MAN 1 Muara Enim yang merasa tes ini sangat bermanfaat. Zaskia, salah satu pendaftar, mengungkapkan bahwa tes tersebut memotivasinya untuk memperbaiki bacaan. "Awalnya deg-degan, tapi pengujinya membimbing dengan baik. Jadi saya tahu bagian mana yang masih salah tajwidnya. Ini bagus supaya nanti pas mulai belajar, saya sudah siap," tuturnya.
Di sisi lain, para orang tua menyambut baik kebijakan ini. Mereka merasa tenang menyekolahkan anaknya di MAN 1 Muara Enim karena adanya penjaminan mutu kemampuan dasar agama yang dilakukan secara profesional sejak hari pertama. Pihak Madrasah berharap, dengan sistem seleksi dan pemetaan yang ketat namun edukatif ini, MAN 1 Muara Enim mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bersaing di perguruan tinggi favorit, tetapi juga mampu menjadi imam dan teladan yang baik dalam membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat. (Kmd).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar