Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Suasana riuh rendah khas remaja di koridor Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim seketika luruh saat jarum jam menunjukkan pukul 06.45 WIB. Bukan karena teguran guru, melainkan karena lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mulai menggema secara serentak dari setiap ruang kelas. Program Tilawah Pagi yang diterapkan secara konsisten di MAN ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan psikologis siswa dalam menghadapi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Membangun "Mood" Belajar dengan Spiritual, Bagi sebagian besar siswa, tekanan kurikulum dan tugas seringkali memicu kecemasan sejak pagi. Namun, dengan alokasi waktu 15 menit sebelum pelajaran pertama dimulai, para siswa diajak untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. "Dulu kalau masuk jam pertama matematika, rasanya sudah stres duluan. Tapi setelah rutin tilawah, pikiran jadi lebih adem. Rasanya lebih fokus dan tidak gampang panik kalau ada materi sulit," ujar Fahri, salah satu siswa kelas XI MAN 1 Muara Enim.
Dampak positif ini bukan sekadar perasaan subjektif. Berdasarkan observasi tenaga pendidik, tingkat konsentrasi siswa meningkat dan suasana kelas menjadi lebih kondusif dibandingkan sebelum program ini digalakkan. Ada beberapa alasan mengapa tradisi ini menjadi "senjata rahasia" keberhasilan belajar di MAN 1 Muara Enim. Lantunan ayat suci membantu menurunkan hormon stres (kortisol) dan memberikan efek relaksasi pada sistem saraf. Siswa terbiasa hadir lebih awal agar tidak tertinggal momen mengaji bersama.Memulai hari dengan mengingat Tuhan memberikan rasa aman dan percaya diri bahwa segala urusan belajar akan dimudahkan.
Kepala MAN 1 Muara Enim menegaskan bahwa pendidikan di Madrasah bukan hanya soal mengejar nilai akademik, tapi juga kematangan karakter. "Kami ingin mencetak generasi yang cerdas otaknya, tapi tenang jiwanya. Tilawah pagi adalah bentuk recharging ruhani. Ketika jiwa tenang, ilmu akan lebih mudah masuk dan menetap," ungkap Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Senin (27/4/2026).
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk menyisipkan jeda spiritual di tengah padatnya jadwal akademik. Di era digital yang serba cepat dan penuh distraksi, momen "hening" bersama Al-Qur'an terbukti menjadi oase yang mengembalikan fokus dan kedamaian di bangku madrasah. (Kmd)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar