Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Gema adzan zuhur yang berkumandang dari menara Masjid Al Awwabin di lingkungan MAN 1 Muara Enim bukan sekadar penanda waktu salat. Bagi ratusan siswa, momen ini adalah jeda spiritual yang krusial di tengah padatnya kurikulum akademik dan aktivitas organisasi. Pelaksanaan Salat Jumat di lingkungan madrasah kini bertransformasi menjadi instrumen pendidikan karakter yang berdampak nyata bagi kedisiplinan dan mentalitas para siswa.
Berbeda dengan masjid umum, hampir seluruh rangkaian petugas Salat Jumat mulai dari muadzin, pembawa acara (MC), hingga tim ketertiban dijalankan sepenuhnya oleh siswa di bawah bimbingan guru agama. "Kami memberikan panggung kepada siswa untuk tampil. Ini bukan sekadar ritual, tapi latihan kepemimpinan. Saat seorang siswa berdiri menjadi muadzin di depan guru dan teman-temannya, rasa percaya dirinya tumbuh secara signifikan," ujar Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Jum'at (8/5/2026)
Dampak dari pembiasaan Salat Jumat yang terorganisir ini mulai terlihat pada perilaku harian siswa seperti Peningkatan Kedisiplinan, pada kegiatan ini siswa belajar manajemen waktu antara jam pelajaran terakhir sebelum Jumat dan persiapan fisik (wudhu dan ganti pakaian). Sebagai solidaritas Tanpa Sekat, Di dalam masjid, batas antara kakak kelas, adik kelas, guru, dan staf administrasi lebur dalam shaf yang rapat dan Literasi Keagamaan yaitu dimana materi khutbah yang disesuaikan dengan problematika remaja seperti bahaya bullying, etika media sosial, dan bakti kepada orang tua—lebih mudah diterima oleh audiens muda.
Kegiatan in merupakan salah satu usaha MAN 1 Muara Enim untuk menyatakan rasa bangganya wali siswa menyekolahkan anaknya di MAN 1 Muara Enim. "MAN 1 Muara Enim berusaha semaksimal mungkin membuat wali siswa merasa tenang menyekolahkan anak di MAN 1 Muara Enim. Selain akademiknya dikejar, kehidupan spiritualnya terjaga. Anak-anak mereka mulai sekarang akan lebih rajin mengajak ayahnya ke masjid di rumah setelah sering bertugas di madrasah," ungkap wakil kepala madrasah bidang kesiswaan Ferida Ariyani.
Kegiatan ini membuktikan bahwa masjid di lingkungan sekolah bukan hanya fasilitas fisik, melainkan pusat peradaban kecil. Melalui Salat Jumat, MAN 1 Muara Enim berhasil menciptakan ekosistem di mana kecerdasan intelektual berjalan beriringan dengan kematangan spiritual. Dengan konsistensi ini, diharapkan lulusan madrasah tidak hanya unggul dalam angka di atas kertas, tetapi juga memiliki integritas dan adab yang kokoh saat terjun ke masyarakat luas. (Kmd).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar