Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Ada pemandangan berbeda di sudut belakang MAN 1 Muara Enim pagi ini. Jum'at (8/5/2026). Tidak hanya memegang pena dan buku, puluhan siswa bersama para guru tampak antusias berjibaku dengan tanah, sekop, dan bibit tanaman. Mereka sedang melakukan aksi "Tata Kebun Madrasah", sebuah inisiatif yang mengubah lahan tidak produktif menjadi area hijau multifungsi. Program ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam biasa, melainkan implementasi nyata dari pendidikan karakter berbasis lingkungan yang memberikan dampak multidimensi bagi seluruh warga madrasah.
Bagi para siswa MAN 1 Muara Enim, kebun ini adalah laboratorium hidup. Di sini, teori-teori tentang fotosintesis, siklus nitrogen, hingga ekosistem yang dipelajari di kelas biologi dipraktikkan secara langsung. "Belajar di kebun jauh lebih menyenangkan. Kami jadi tahu bagaimana cara merawat tanaman dari bibit hingga panen, bukan cuma menghafal teori," ujar salah satu siswa yang ikut mengurus kebun madrasah.
Aksi tata kebun ini juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara guru dan murid. Di sela-sela mencangkul dan menyiram, terjadi dialog santai yang membangun kedekatan. "Di kebun, kami adalah tim. Kerja sama ini membangun respek timbal balik. Guru tidak hanya memberi instruksi, tapi memberi teladan bagaimana mencintai lingkungan," jelas Raihanah guru koordinator program Adiwiyata MAN 1 Muara Enim.
Hasil dari kebun di MAN 1 Muara Enim ini, mulai dari sayuran hidroponik, cabai, hingga tanaman obat keluarga (TOGA), telah memberikan dampak ekonomi yang nyata. Sebagian hasil panen diserap oleh kantin sekolah, menjamin ketersediaan bahan pangan yang lebih sehat dan bebas pestisida. Hasil penjualan bibit dan sayuran ke wali murid digunakan untuk menambah kas kelas yang dialokasikan kembali untuk kegiatan siswa. Program ini melatih siswa untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dasar, sebuah skill hidup yang sangat penting di masa depan.
Dampak terbesar dari kegiatan ini adalah perubahan perilaku. Lingkungan madrasah kini terasa lebih sejuk dan asri, yang secara langsung meningkatkan fokus belajar siswa. Selain itu, kesadaran akan kebersihan meningkat drastis; jarang ditemukan sampah plastik di area kebun karena siswa merasa memiliki dan bertanggung jawab atas keindahan taman yang mereka bangun sendiri. Dengan keberhasilan program tata kebun ini, MAN 1 Muara Enim membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya terjadi di dalam ruang tertutup, tetapi juga tumbuh subur di atas tanah yang dirawat dengan kerja keras dan kolaborasi. (Kmd).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar